Pagi hari kita istirahat di rest area di tol Lampung - Palembang. Siang kita makan di depan masjid pom bensin daerah Palembang. Malam kita makan di daerah jambi. Tidur di masjid daerah tebo tengah. Pagi sampai di muara Bungo, siang sampailah kita di Sumbar.
Pemandangan yang menakjubkan ketika kita sampai pada danau Singkarak yang awalnya kita kira itu adalah laut. Kemudian kita melewati desa tanah batipuah, tanah datar, mengingatkan kisah asmara Zainuddin dan Hayati di film tenggelamnya kapal Van der wijk. Sangat menarik melihat latar film itu secara nyata. Saya senang sekali dengan itu.
Siang kita sampai di kota Padang panjang, masuklah kita ke pesantren Terpadu Serambi Mekkah. Tiba-tiba setelah keluarnya kita dari mobil ada seseorang mengingatkan untuk tidak menggunakan baju kecuali lengan panjang. Mernarik.
Sejauh ini tidak ada yang berbeda dari pesantren-pesantren umumnya. Hanya pintu kamar mandi yang hanya menutup setengah pintu itu yang sedikit aneh melihatnya. Tapi tidak masalah, karena kita sudah bertekad dari awal untuk menerima segala keadaan yang ada. Insyaallah semua akan baik-baik saja. Semoga Allah menjadikan kita semua bermanfaat untuk sesama, semata-mata demi mencari ridho Allah dan rasul-nya.
Kita masih belum mengganti baju. Menunggu paketan datang dari tanah Abang. Semoga tiba dengan utuh, selamat. Aamiin aamiin ya rabbal alamin.
Masih teringat wasiyat Syekh Mar'i :
يسر الله لكم...وفتح لكم وبكم وعليكم
وجعلكم مفاتيح للخير مغاليق للشر
خير ما نوصي به أنفسنا بعد تقوى الله والإخلاص والتمسك بالمنهج هو التطاوع وعدم الاختلاف
Alhamdulillah alladzi bini'matih tatimmu assholihaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar